Skip links

Talks: Relax, It’s Just Politics: Politik Itu Biasa Saja, Prasangkanya yang Hebat-Hebat

11oktober14:0014:00 Kineforum: Studio Sjuman DjayaProgramTalksTalks: Relax, It’s Just Politics: Politik Itu Biasa Saja, Prasangkanya yang Hebat-HebatPembicara: Arif Zulkifli (IDN), Yo Nonaka (JPN) / Moderator: Hikmat Darmawan (IDN)

Detail

Relaksasi Beragama
Relax, It’s Just Politics: Politik Itu Biasa Saja, Prasangkanya yang Hebat-Hebat

 

Menjelang tahun politik 2024 dan melanjutkan tema yang telah diudar tahun lalu, Relaksasi Berpolitik, Madani International Film Festival 2023 bekerja sama dengan gerakan Relax, It’s Just Religion yang diinisiasi oleh Feby Indirani (penulis Bukan Perawan Maria dan Memburu Muhammad) sejak 2017, mengampu diskusi khusus terkait tema Buhul dari Madani IFF 2023.
Tentu saja, topik ini adalah sebuah plesetan dari ungkapan Pramoedya Ananta Toer dalam novel Bumi Manusia, “Hidup sungguh sangat sederhana, yang hebat-hebat hanya tafsirannya”. Jelang tahun politik 2024, media dan media sosial kembali dipenuhi oleh perdebatan bercorak politik identitas dan politik kebencian. Di seluruh dunia, khususnya dalam kiprah yang berpusat pada sosok seperti Trump, Boris Johnson, Putin, Narendra Modi, dan Netanyahu, politik kerap dilekatkan pada persoalan post truth politics. Dalam dunia post truth, ketegangan dalam berpolitik menjadi mata-uang. Politik menjadi ajang prasangka dan konflik berlarut.

Politik, dalam pengertian umum, tak lain hanyalah urusan pengambilan keputusan dalam kelompok, organisasi, atau relasi antar-individu. Demikian juga politik di tingkat nasional, yang sesungguhnya hanyalah merupakan hal-hal yang berhubungan dengan penyelenggaraan Negara dan keputusan-keputusan yang berdampak pada orang banyak. Namun, proses mitologisasi dan ideologisasi dalam politik nasional kita menghasilkan prasangka-prasangka hebat dalam mengelola suara dan kuasa Negara kita selama ini. Politik jadi ruwet, bahkan sering makan korban. Buhul kemanusiaan dalam politik penuh prasangka itu pun akhirnya seringkali burai, dan kohesi sosial pun berai.

Apakah seni, misalnya film, bisa membongkar berbagai prasangka itu, dan lantas turut mencairkan ketegangan-ketegangan yang ada? Relax, It’s Just Religion akan menghadirkan Yo Nonaka, seorang peneliti dari Keio University akan ngobrol santai membagikan amatannya tentang aneka tanggapan diaspora Indonesia di Jepang. Obrolan rileks ini juga akan mengundang Arif Zulkifli, direktur grup Tempo dan anggota Dewan Pers Nasional, untuk berbagi bagaimana disiplin jurnalisme menghadapi dunia penuh prasangka politik kita beberapa tahun belakangan.

Arif Zulkifli

Arif Zulkifli telah bekerja sebagai jurnalis Tempo sejak tahun 1998. Ia pernah menjadi editor di berbagai segmen berita, editor eksekutif pada tahun 2010, dan pemimpin redaksi pada tahun 2013. Pada 2019, ia diangkat menjadi dewan direksi dari PT Tempo Inti Media Tbk, penerbit Tempo. Pada 2021, ia menjadi Direktur Utama Tempo. Sebagai seorang jurnalis, Arif telah banyak melakukan liputan, baik di dalam negeri maupun luar negeri, termasuk konflik Aceh pasca reformasi, tsunami tahun 2004, dan persiapan perjanjian damai Helsinki tahun 2005. Ia juga menelusuri kehidupan eksil 1965 di Berlin, Jerman, dan Republik Ceko, selama bertugas sebagai pembicara lokakarya di Berlin tentang bencana tsunami dan resolusi konflik. Pada tahun 2000, ia meliput kehidupan pengungsi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Stockholm, Swedia. Pada 2013, Arif menjadi anggota tim ahli PBB dalam penyusunan anggota Konvensi PBB tentang peran jurnalisme investigatif dalam melawan korupsi di Wina, Austria. Ia adalah penerima Penghargaan Jurnalisme Elizabeth O’Neil dari pemerintah Australia.

Waktu

(Rabu) 14:00

Lokasi

Kineforum: Studio Sjuman Djaya

Gedung Trisno Soemardjo, Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73, Cikini, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10330

We use cookies to ensure you get the best experience on our site. By the way, we're continuously updating the content on this site for you!
Jelajah
Geser